Pages

Showing posts with label religion. Show all posts
Showing posts with label religion. Show all posts

Thursday, 23 June 2011



Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Wahai anakku tercinta.
Tetapkanlah Islam sebagai agamamu.
Tetapkanlah Allah sebagai Tuhanmu, dan tiada yg lain selain Dia.
Tetapkanlah Muhammad sebagai Nabi dan Rasulullah.
Tetapkanlah Al Qur`an sebagai kitab dan penuntunmu.

Wahai cahaya hatiku.
Ucap dua kalimah syahadat disetiap desah nafasmu.
Sembahyanglah lima waktu dalam hari harimu.
Berpuasalah sebulan dalam bulan Ramadhan.
Tunaikanlah haji ke Baitullah Rumah Allah jikalau kau mampu.
Tunaikanlah zakat selagi kau mampu.
Jangan lupakan Infaq Shadakah dan menyantuni mereka yg tidak mampu.

Wahai pelitaku
Beriman selalu hanya kepada ALLAH SWT
Berimanlah bahwa Allah telah menciptakan Malaikat-malaikat
Berimanlah bahwa Allah telah menciptakan Kitab-kitab Al Qur`an dan kitab kitab sebelumnya
Berimanlah kepada nabi dan Rasul rasul
Yakinlah dan Berimanlah akan adanya Hari Kiamat
Yakinlah dan Berimanlah kepada Qada dan Qadar

Wahai pesona jiwaku.
Hidupmu kelak akan lebih keras dan berat.
Lebih keras dan berat dari kehidupan kami orangtuamu.
Maka bekalkanlah dan perkuat keimanan dan ketaqwaan.
Agar kalian selamat sampai ditujuan hidupmu kelak.

Wahai penyempurna hidupku.
Ingatlah dan camkanlah beberapa hal
Bahwa yang singkat itu WAKTU,
Yang dekat itu MATI,
Yang besar itu NAFSU,
Yang berat itu AMANAH,
Yang sulit itu IKHLAS,
Yang mudah itu BERBUAT DOSA
Yang abadi itu AMAL KEBAJIKAN,
Yang akan di investigasi itu AMAL PERBUATAN,
Yang jauh itu MASA LALU.
Persiapkanlah dirimu untuk semua hal itu.

Wahai masa depanku.
Hiduplah demi akhiratmu
karena itu yang akan abadi kekal selamanya
Janganlah kalian hidup demi duniamu
karena itu hanya semu dan bakal termakan waktu

Wahai permataku,
Doa orangtuamu selalu menyertaimu.
Semoga Allah selalu membimbingmu.
Semoga Allah selalu meridhoimu.
Semoga Allah selalu mendampingimu.
Dalam setiap langkahmu, doamu dan dalam semua kehidupanmu..

آمِيّنْ...آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Tuesday, 21 June 2011

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


“Cinta”, layaknya makanan pokok, istilah yang satu ini tidak pernah pudar sepanjang jaman. Selalu hadir dimanapun dan kemanapun kita berpaling. Betapa Dahsyatnya Fitnah Cinta…. sehingga orang yang sedang dilanda cinta lazimnya akan terfokus untuk mendapatkan yang dicintainya. Akibatnya, tidak sedikit yang menjadi lalai dari mencintai Allah serta Rasul-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Patutkah kamu mengambil dia (iblis) dan turunan-turunannya sebagai wali selain daripada-Ku , sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (QS: Al-Kahfi: 50).

Sesungguhnya seseorang yang bercita-cita tinggi tidak akan terpengaruh oleh cinta yang bisa menghalangi ketenangan, membuat tidur tidak bisa nyenyak, membuat bingung akal pikiran, dan bahkan bisa membuat gila. Betapa sering terjadi seseorang yang sedang dimabuk cinta menghabiskan harta dan mengorbankan jiwa serta kehormatannya demi yang dicintainya. Bahkan ia rela mengorbankan agama dan dunianya.

Cinta sanggup membuat tuan menjadi pelayan, dan penguasa menjadi budak. Anda lihat, banyak orang yang sudah terlanjur masuk dalam jerat cinta ingin keluar darinya. Akan tetapi, hal itu mustahil. Betapa banyak fitnah cinta yang menjebloskan orang-orang yang bersangkutan ke dalam Neraka Jahim, menjerumuskan mereka pada siksa yang sangat pedih, dan membuat mereka meneguk air neraka yang panas mendidih. Wallahu A’lam

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


(Sumber Rujukan: ‘Uluwwul Himmah, oleh Muhammad Ismail Al-Muqoddam; )

Friday, 8 October 2010





KENAPA AKU DIUJI......?

Surat Al Ankabut Ayat 2-3
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman". Sedang mereka tidak diuji lagi. Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."



KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

Surat Al Baqarah Ayat 126"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi kamumenyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."


MENGAPA UJIAN SEBERAT INI..?

Surat Al Baqarah Ayat 286
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."


RASA FRUSTASI

Surat Al Imran 139"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."


BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA...?

Surat Al Imran 200
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung."

Surat Al Baqarah Ayat 45
"Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'."


APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI...?

Surat Attaubah Ayat 111
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka."



KEPADA SIAPA AKU BERHARAP...?

Surat Attaubah Ayat 129
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nyalah aku bertawaqal."

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI....

Surat Yusuf Ayat 87
"Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan yang kafir."

Surat An Nisa Ayat 86
"Apabila kamu dihormati dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu."

SUBHANALLAH
Mari kita berbenah dan terus berbenah untuk mempersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita..
Dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah...
Dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun...
Selama Allah SWT menjadi
"JUST THE ONE Goal"
InsyaAllah akan 'bahagia', sebagaimana do'a yang sering tertaut untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tuesday, 28 September 2010



Abu Hamid al Ghazali mengatakan "Temukanlah hatimu di tiga tempat. Pertama, saat membaca Al Quran, kedua saat shalat dan ketiga saat ingat akan kematian!. Kalau ternyata di tiga tempat itu kita tidak menemukan hati kita, maka berdoalah kepada Allah swt. Agar engkau dianugrahi hati, sebab itu berarti kita tidak memiliki hati"
Jika kita menemukan hati kita berada di tiga tempat tadi, insyaAllah kita akan mendapatkan diri kita berada di puncak kebahagian. Sebaliknya, bila tidak ditemukan, berarti kita tidak memiliki hati. Sekalipun demikian, janganlah putus asa mencari hati itu. Dan itu dapat dilakukan dengan cara terus-menerus bersimpuh di pintu Allah swt.

Friday, 24 September 2010

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


Nabi SAW bersabda
Tanda2 kesengsaraan Seseorang :
1. Melupakan Dosa yg telah lalu padahal Allah mencatatnya.
2.Menyebut2 Amal Kebaikan padahal ia tidak tau apakah Allah menerimanya atau menolaknya
3. Melihat Kebawah dalam urusan Agama
4. Melihat ke Atas dalam urusan Dunia
(Allah berfirman ” Aku hendak menolongnya tpi Ia tidak berkeinginan kepadaKU”
Tanda2 Kebahagiaan Seseorang :
1. Merenungi Dosa yg telah LAlu
2.Melupakan Amal kebaikan yang telah lewat
3. Memandang orang yang lebih baik agamanya
4.Memandang kebawah pd urusan Dunia.
Bukan Main Nabi mengingatkan dlm urusan Dosa,kita diminta merenunginya,bukan melupakannya.
Sedangkan dalam amal kebaikan justru kita diminta mengabaikannya.
jadi jangan merasa aman dan baik2 saja manakala orang mengingatkan kekurangan dan kesalahan kita


 Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Saturday, 17 July 2010




Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh...

Sahabatku yang di rahmati Allah SWT..coba kita bayangkan andai....

Sholat dhuha cuma dua rakaat,
Qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat,
itu pun sambil terkantuk-kantuk.

Sholat lima waktu?
Sudah jarang di masjid,
milih ayatnya yang pendek-pendek pula...
Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah,
Dilipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu.
Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib.







Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan >>>>>>>>&


"Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan".
Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?


Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya....
dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah.
Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak
oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya.


Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap ....
Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka.
Ketika adzan berkumandang,
segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas ....
menuju sumber panggilan,


kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh....
di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.

Wednesday, 14 July 2010



Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Manis wajahmu kulihat di sana
ada rahasia yang tersirat
Tapi satu yang dapat kulihat
Mesra wajahmu dengan senyuman

Alangkah indahnya sebuah persahabatan, pertemanan, persaudaraaan, apalagi jika semua dilandaskan karena Allah semata. Dikala kita bahagia ada yang ikut berbahagia dengan kita, memberi selamat, Saat kita sedih, ada yang menjadi tempat kita bercerita, meminta saran. Ketika kita salah ada yang menasehati dan mengkritik kita. Ketika kita jauh ada yang merindukan kita.

Itulah ukhuwah,Sungguh indah...


Namun, kata orang amat sulit mencari sosok sahabat. Emang iya, jika yang kita cari adalah sosok yang ideal dan bisa mengerti dan memahami kita sepenuhnya, tapi kita tak pernah mau memahaminya.


Persahabatan itu lahir dengan sendirinya, secara alamiah sosok yang sama akan bersama dengan orang yang cocok dengan dirinya.

Malik bin Dinar berkata”
jika ada dua orang sepakat bersahabat, maka itu karena salah seorang dari keduanya mempunyai sifat yang sama dengan orang tua satunya”



Dan Hadist rasulullah SAW, “seluruh jia ibarat pasukan yang beragam, jika jiwa tersebut saling kenal. Maka harmonis. Jika jiwa-jiwa tersebut tidak saling kenal, maka akan terpisah”


Yang unik lagi, dari sebuah syair :


Betapa seringnya teman yang engkau kenal melalui teman


Kemudian teman yang baru tersebut lebih dekat kepada anda dari teman lama


Dan betapa seringnya teman yang engkau kenal diperjalanan,


Tiba-tiba ia menjadi teman paling baik setelah perjalanan


Yah, seperti apapun, bagaimanapun, siapapun orang yang berteman, bersahabat dengan kita maka hargailah. Jangan sampai kita mengangap bahwa “my friends is my rival”. Ingatlah kebersamaan yang selama ini kita rajuk, kita selalu bersama, saling mengingatkan, saling membantu, telah banyak hari yang telah kita lalui bersama. Walau kelak kita semua sadar tak ada yang abadi di dunia ini, termasuk persahabatan! Namun, selagi ia masih ada di dekat kita, maka sayangilah, hargailah, karena mungkin esok tak ada lagi ia di samping kita....(^_^).


Ukhuwah itu bukan terletak pada pertemuan, bukan pula pada manisnya ucapan di bibir, tetapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya dalam Do’anya (Al-Ghazali)


Nah, sudahkah kita sampaikan rasa sayang kita pada sahabat kita hari ini?


selama mentari masih bersinar dan bulan masih bercahaya, biar ku tetap akan mengucap
keselamatan untukmu wahai sahabat, Allah akan selalu menjagamu di tiap tiupan nafasmu, bersyukurlah pada-Nya.


Ya Allah, jagalah sahabat dakwahku, kuatkan pancang kakinya di jalan-Mu, kuatkan ruhnya dengan Ruh-Mu, kuatkan jazadnya dengan rahma-Mu, buat ia tersenyum, hingga akhir nanti kami bertemu dengan-Mu.


Dunia ini indah karena persahabatan, yang memberi tanpa batas. Ada sapa dalam sedih, do’a dalam tangis, makna dalam setiap kata dan cermin dalan khilaf, tulus kuucapkan...


Tidak semua bunga bisa menjadi lambang cinta, tapi mawar bisa. Tidak semua pohon bisa tumbuh kalau kehabisan air, tapi kaktus bisa. Tidak semua orang bisa menjadi sahabat yang paling baik tapi kamu bisa...


Persahabatan itu seperti tangan dan mata. Saat tangan terluka, mata menangis, saat mata menangis, tangan menghapusnya.


Pagi telah datang, tinggalkan pekatnya malam, berharap kedamaian hingga maghrib menyapa, kabarkan hati akan keteguhan seorang hamba. Apa kabar saudaraku? Apakah kamu merindukanku seperti ilalang merindukan embun di kedamaian subuh? Uhubbukifillah.


Di keheningan malam ada kesunyian hati. Dalam kesendirian ada keheningan hati. Dalam persahabatan ada keterpautan hati, di kedalaman hati ada kerinduan yang mendalam. Hadallahi walaki....


Ya Allah, seandainya rindu ini suci maka titipkanlah, seandainya ukhuwah ini kudus maka panjangkanlah, seandainya luka ini berhikmah maka biarlah, seandainya ingatan ini berfaedah maka teruskanlah. Kudambakan keredhaanMu. Ya Allah ya Tuhanku, sampaikan salam rinduku buat sahabatku...


Sahabat beriman, ibarat mentari yang bersinar. Sahabat yang setia, bagai pewangi yang mengharumkan. Sahabat sejati menjadi pendorong impian. Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.


Ingati bila sunyi, rindui bila jauh, fahami bila keliru, nasehati bila lalai, dan maafkan bila terluka. Alangkah indahnya ukhuwah jika semua karena Allah.




For all my friends in everywhere, syukran atas kebersamaan dan nasehat yang selama ini kalian berikan kepadaku. Ana ukhubbukifillah..!!!


Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Wednesday, 7 July 2010



Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


Mendengar nama Allah Subhanahu wa Ta’ala disebut, membuat hati bergetar

Karena itulah nama yang dicinta

Karena Ar Rahman, aku yang semula tiada, menjadi ada

Karena Ar Rahiim, yang memberikan aku pendengaran, penglihatan dan hati

Al Malik sangat baik padaku Memberi meski belum kuminta

Al Quddus memberi aku makan dan minum

As Salam, Al Mu’min, memberikan aku kehidupan

Waktu shalat adalah yang paling dinanti

Saat itulah aku bisa bertemu dengan Al Muhaimin

Bagian dari rasa syukurku pada Al Aziz

Al Jabbar yang menguasai kerajaan langit dan bumi

Aku menyedihkan hatiku bila bermaksiat pada Al Mutakabbir

Aku senang bila aku ada dalam ketaatan pada Al Khaliq

Lisan ingin selalu menyebut nama Al Bari’

Hati selalu merindukan Al Musawwir, bilakah bertemu ?

Tangan ingin bergerak sesuai kehendak Al Ghafar

Kaki ingin melangkah menuju tempat yang diridhai Al Qahhar

Mata ingin melihat apa yang dihalalkan Al Wahhab

Wahai Ar Razzaq, Al Fattah, Al ’Aliim….

Al Qabid, Al Basith, cinta yang kekal sepanjang masa

Namun cinta pada Al Khafid penuh ujian

Karena Ar Rafi’ berfirman, ”Apakah kamu mengira, kamu akan dibiarkan saja mengatakan ’Kami beriman’, sedang kamu tidak diuji lagi ?”

Al Muzillu menjanjikan hari perjumpaan

Hari disingkapnya segala isi hati dan amalan di hadapan As Sami’

Al Basir akan bangkitkanku dari kubur

Pada hari itu kesedihan dunia berlalu, di bawah naungan Al Hakam

Al ’Adl sering memberi mimpi hikmah padaku

Al Latif memberikan hidayah dengan ragam cara

Tidak ada yang lepas dari pengawasan Al Khabir

Maka kudidik hati agar ikhlas hanya untuk Al Haliim

Begitu banyak hamba yang mencintai Al Azim, Al Ghafur

Mujahidin yang senantiasa bertasbih kepada Asy Syakur

Lantas dimanakah kedudukanku di hadapan Al ‘Aliyy

Akankah Al Kabiir ingat kepadaku di hari pertemuan nanti ?

Ingin menatap wajah Al Hafiz…

Al Muqitu ada di atas Arsy

Yang Arsy Al Hasib dibawa oleh para malaikat yang mulia lagi berbakti

Senantiasa Al Jaliil ada dalam kesibukan

Menatap langit malam ciptaan Al Karim, sungguh indah

Ar Raqib mencintai keindahan

Ayat-ayat kauniyah dan kauliyah Al Mujibu indah dan menakjubkan

Al Wasi’u tidak pernah menganiaya hamba-hambanya.

Al Hakim memberi episode kehidupan kepadaku

Al Wadudu ada kalanya memberi kemudahan atau kesulitan

Tetapi firman Al Majid, “Sesudah kesulitan ada kemudahan.”

Al Basi’ selalu bersama hambanya di dunia dan di akhirat

Ketika aku mencintai Asy Syahid,

Maka aku pun akan mencintai hamba-hamba Al Haqq yang lain

Aku akan mengulurkan tangan pada manusia ciptaan Al Wakiil

Demikianlah Al Qawiyy mengajarkan tentang cinta yang sesungguhnya



Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


~LenteraKehidupan~

Saturday, 19 June 2010



1. Dunia itu racun, Zuhud itu obatnya.
2. Harta itu racun, Zakat itu obatnya.
3. Perkataan yang sia-sia itu racun, Dzikir itu obatnya.
4. Seluruh umur itu racun, Taat itu obatnya.
5. Seluruh tahun itu racun, Ramadhan itu obatnya.













~IluvIslam.com~

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita.... Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita. Apa yang akan kita lakukan?


Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari di rumah kita.


Beliau tentu tersenyum....


Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah SAW menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.


Beliau tentu tetap tersenyum....


Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang atau koleks patung-patung yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa.


Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.


Beliau tentu tersenyum....


Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap di rumah kita?
Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu barat, dangdud, pop dll daripada menghapal Sholawat kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mengajari anak-anak kita.


Beliau tentu tersenyum....


Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya, tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Power Rangers atau Kura-kura Ninja ataw lainnya.


Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar menjadi ruang Shalat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah SAW.


Beliau tentu tersenyum....


Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi kaset kita dan anak-anak kita. Belum lagi koleksi karaoke kita dan anak-anak kita. Ke mana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?


Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi.


Beliau tentu tersenyum....


Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat sunnah.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al Qur'an.
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.


Beliau tentu tersenyum....


Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita.
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah SAW bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.


Betapa senyum beliau masih ada di situ....


Bayangkan apabila Rasulullah SAW tiba-tiba muncul di depan rumah kita.... Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita?


Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu?


Maafkan kami ya Rasulullah....
Masihkah beliau tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir....
Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah........






Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh







~LenteraKehidupan~

Tuesday, 15 June 2010

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh




Wahai sahabat ...


Pernahkah kita menghitung dosa yang kita lakukan
dalam satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun,
bahkan sepanjang usia kita ?.


Andaikan saja kita bersedia menyediakan kotak kosong,
lalu kita masukkan semua dosa-dosa yang kita lakukan,
kira-kira, apa yang terjadi ?

Saya menduga kuat bahwa kotak tersebut tak berbentuk kotak lagi, karena tak mampu menahan muatan dosa kita.


Bukankah kita seringkali mendahulukan pekerjaan
pada saat adzan memanggil,dan membiarkan mesjid kosong sehari-harinya,


Bukankah kita pernah menahan orang miskin ?
Menghitung-hitung apa yang kita punya,
namun seringkali sulit untuk berbagi
kepada mereka yang membutuhkan,


Bukankah kita pernah merasa diri paling benar, paling
pintar dari orang lain, ta'adjub, riya, sombong, marah
yang tak pada tempatnya, angkuh, congkak, hebat, dan
tinggi dari orang lain ?


Bukankah karena lidah kita, tangan kita, badan, kaki
kita, mata dan hati kita pernah menyakiti manusia lainnya ?




Bukankah kita sering tak mau menolong orang yang
meminta bantuan pada kita, menolong saudara kita yang
dalam kesulitan, walaupun kita sanggup menolongnya ?.


Bukankah sering kita mengecewakan orang tua kita,
pasangan kita, anak-anak kita atau orang -orang terdekat kita,


Daftar ini akan bisa semakin panjang dan panjang bila
diteruskan…


Lalu apa yang harus kita lakukan ?

Allah SWT berfirman dalam surat Az Zumar ( 39 : 53 )

" Katakanlah wahai hamba-hambaku yang melampaui batas
terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus
asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni
dosa-dosa semuanya ( kecuali syirik ). Sesungguhnya
Dialah yang maha pengampun lagi maha penyayang. "


Indah benar ayat ini,
Allah menyapa kita dengan panggilan yang bernada teguran,
namun tidak diikuti kalimat yang berbau murka.
Justru Allah mengingatkan kita untuk tidak berputus asa
dari rahmat (kasih sayang) Allah.
Allahpun menjanjikan kita untuk mengampuni dosa-dosa kita.


Karena itu, kosongkanlah lagi kotak-kotak yang penuh tadi
dengan bertaubat kepadaNya.
Kita kembalikan kotak itu seperti keadaannya semula,
kita kembalikan jiwa kita kepada jiwa yang fitri dan bersih.


Jika kita punya onta lengkap dengan segala
perabotannya, lalu tiba-tiba onta itu hilang,
bukankah kita sedih?


Bagaimana pula jika onta itu tiba-tiba kembali
berjalan menuju kita lengkap dengan segala perbekalannya,
bukankah kita merasa bahagia ?

Rasulullah SAW bersabda :
daripada kembalinya onta yang hilang dan perbekalannya,
“Ketahuilah Allah akan lebih senang lagi melihat hambaNya
yang berlumuran dosa bertaubat dan kembali kepadaNya”.

Allah berfirman : " Kembalilah kamu kepada Tuhanmu,
dan berserah dirilah padaNya, sebelum datang azab
kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi ".
(Q. S. 39 : 54 )


Seperti onta yang sesat jalan, dan mungkin telah
tenggelam didasar lautan samudra, mengapa kita tak
berusaha berjalan kembali menuju Allah, dan menangis
di " kaki kebesaranNya ", mengakui kesalahan kita, dan
memohon ampunanNya.






Ya Rabb .. Engkaulah yang Maha menggenggam hati kami ...
Engkaulah yang Maha membukakan pintu hikmah bagi kami ...
Engkaulah yang Maha pengampun atas banyaknya dosa2 kami ...
Hanya kepadaMulah kami bersandar ...
Hanya kepadaMulah kami memohon ampun dan pertolongan ...
Hanya kepadaMulah sepenuhnya kami berserah diri ...
Ya Dzat yang Maha Besar ...
Rahmatilah kami , ridhoilah kami,
Masukkanlah kami ke dalam golongan orang2 yang beruntung
dan yang Engkau cintai ...
Berikanlah kami nikmat iman yang semakin baik ,
dan terbaik pada penghujung umur kami ..
Ya Rabb, Ya Malikul Mulki, Ya Dzal jalaali wal ikram ...




Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh











~ Laila Nurul Muna ~

Monday, 14 June 2010





Bismillahirrahmaanirrahim,
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


Untuk saudariku muslimah, bukan bermaksud menggurui, tapi kiranya tidak ada salahnya mencoba menjadi seorang sahabat yang baik atau muslim yang baik (insya Allah).untuk saling mengingatkan, dan saling berbagi untuk kebaikan.Walau sudah banyak yang membahas atau mungkin mengajak saudari muslimah untuk memakai jilbab, namun sepertinya itu semua hanya menjadi sesuatu hal yang biasa-biasa saja.Dengan berbagai alasan, menunda dan melalaikan sesuatu yang sebenarnya adalah kewajiban.Kebanyakan saudari kita berkata :
“Sesungguhnya aku percaya dengan diriku sendiri .”
Harus diketahui, betapapun luhur dan mulia ahlak saudari muslimah serta budi pekerti muslimah yang santun, saudari muslimah tidaklah akan bisa menyamai Fatimah al-Zahra yang tetap diperintahkan oleh Nabi untuk berjilbab.”

“Saya akan mengenakannya ketika menikah.”
Sedangkan Allah menyuruh para saudariku mengenakannya sekarang.

Dan ketahuilah Allah menjadikan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik. Hendaknya saudari muslimah memilih calon suami yang bertakwa. Memiliki semangat untuk taat kepada Allah serta kecemburuan terhadap keluarganya.”Sekiranya Apa yang diperintahkan Allah segera kita laksanakan sebagai wujud ketakwaan.


“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. ” (QS. Al-Ahzab:36).Islam adalah ajaran yang sempurna, yang mencakup segala aspek, sampai cara berpakaianpun dibimbing oleh Allah SWT, dzat yang paling tau yang terbaik buat kita. Jilbab berfungsi sebagai penjaga iffah (kesucian diri), sebagaimana diperintahkan Allah SWT :


“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang. Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Al Ahzab: 59)


Tidak ada alasan untuk seorang yang mengaku muslimah untuk tidak memakai jilbab, karena merupakan perintah dari yang menciptakan manusia, yang memiliki surga dan neraka, yang bisa memberikan kebahagian dan keseng saraan kepada manusia.Saudariku muslimah,
sesungguhnya akhirat itu lebih kekal daripada dunia, jangan takut untuk memakai jilbab dengan alasan akan kurang menarik, risih, gerah, dan berbagai alasan lain. Jilbab adalah cahaya bagi setiap muslimah,perwujudan dari rasa malu, dan simbol ketakwaan. Nabi kita bersabda :”Sesungguhnya setiap agama itu mempunyai ahlak mulia. Dan ahlak islam adalah malu” (hadis shahih)Jangan pernah menunda taubat, jika dalam hati saudariku muslimah sudah ada keinginan untuk ber-hijab, segeralah karena itu berarti hidayah dari Allah, dan hidayah bukan untuk ditunda-tunda tetapi untuk segera dilaksanakan. Umur kita siapa yang tahu? hanya Dia Yang Maha Kuasa yang memiliki rahasia itu.


Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


Andrean EL-Fachri

Sunday, 6 June 2010



Bismillaahirrahmaanirrahiim 

Duhai Allah... 
Engkau Rabbku 
tiada Tuhan selain Engkau 
Engkau Penciptaku 
aku hamba-Mu 
aku dalam perjanjian dengan-Mu 
aku mengakui nikmat-Mu 
aku mengakui dosaku 



Duhai Penggenggam setiap jiwa...
aku bersimpuh dihadapan-Mu
Kumohon
ampunilah dosa-dosaku
Lindungiku dari setiap kejahatan yang kulakukan
Tanpa ampunan-Mu aku hina
Tanpa kasih-Mu aku tiada
Tanpa ridho-Mu amalku sia-sia

Duhai Yang Maha Mulia...
Yang mencintai pemaafan
Maafkan hamba
atas sgala kelalaian
Maafkan hamba
yang belum bersungguh-sungguh dalam berjuang
Maafkan hamba yang belum sempurna
dalam ibadah pada-Mu

Detik-detik terus berlalu
Namun sedikit sekali aku ingat pada-Mu
Sedikit sekali aku khusyu' beribadah-Mu
Sedikit sekali aku membaca firman-Mu

Duhai Penguasa Alam...
Ku berserah diri pada-Mu
Ku ihklas menjadi hamba-Mu
Ku ingin merdeka dari segala perbudakan
Kuingin menyempurnakan ibadah pada-Mu

Duhai Allah...
Yang Maha Kasih lagi Penyayang
Ku harap cinta ini menjadi ibadah pada-Mu
Ku harap bisa menyempurnakan penghambaanku
Jangan Kau singkirkan aku dari jalan-Mu
Tegakkan ku di jalan cinta-Mu
Terangi dengan cahaya hidayah-Mu
Kuatkan kaki ini melangkah dalam setiap ujian cinta-Mu
Ku bertekad menjemput syahid di jalan-Mu
Istiqomahkan sampai Engkau mengambil nyawaku

Ku harap ridho-Mu
Ku harap cinta-Mu
Kurindu kasih-Mu
Kurindu pertemuan dengan-Mu
Di taman cinta-Mu

Duhai Allah...
Aku yang sangat bodoh
Aku yang tak mengerti apa2
Ajari aku berdzikir
Ajari aku bersyukur
Ajari aku beribadah khusyu'

Tiada daya dan kekuatan
Tanpa pertolongan-Mu
Engkaulah sebaik-baik penolong..
Amin Ya Rabbal Alamin....