Saturday, 25 September 2010
Ungkapan sang suami...(Renungan Cinta Bagi Umahat)
0 comments Posted by cm at Saturday, September 25, 2010
Karena Cinta Tidak harus Berbentuk Bunga
Aku mencintai suamiku, karena sifatnya yang apa adanya. Aku begitu menyukai perasaan aman dan tentram, yang muncul dihati ketika bersanding dengannya.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dua tahun dalam masa perkawinan, harus ku akui bahwa mulai timbul rasa bosan dan lelah dengan kehidupan berumah tangga dengannya dan alasan mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
********
Aku seorang wanita yang berjiwa sentimental dan benar-benar sensitive serta berperasaan halus. Aku merindukan suasana romantis seperti seorang anak yang menginginkan belaian. Tetapi semua itu tidak lagi kuperoleh. Suamiku kini jauh berbeda dari apa yang aku harapkan dulu. Rasa sensitivenya kurang dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkawinan kami, telah memusnahkan harapan tentang kehidupan yang ideal.
********
Suatu hari aku beranikan diri menyatakan keputusan untuk bercerai.“Mengapa??” dia bertanya terkejut.
”Aku lelah..kamu tidak pernah memberikan cinta yang aku inginkan.”
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam didepan komputernya, Nampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan aku semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang dapat aku harapkan darinya??
********
Dan akhirnya dia bertanya…”Apa yang dapat aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?”.
Aku menatap matanya dalam dalam dan menjawab dengan berlahan, “ Aku ada satu pertanyaan, jika kau menemukan jawabannya, aku akan mengubah pikiranku : "Seandainya, aku menyukai bunga indah yang ada ditebing gunung, dan kita berdua tau jika kau memanjat gunung itu, kau akan mati. Apakah kau akan melakukannya untukku?”. Diapun termenung dan berkata ,”Aku akan memberikan jawabannya besok pagi”.Hatiku langsung gundah mendengar reaksinya.
********
Keesokan paginya suamiku tidak ada dirumah, dan aku menemukan selembar kertas dengan coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat, yang bertuliskan :
********
“Sayang…aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu. Tetapi izinkanlah aku untuk menjelaskannya alasannya…”Kalimat pertama ini menghancurkan hatiku, Aku lantas terus membacanya…
********
“Sayang..kau biasa mengggunakan computer, dan selalu menghadapi masalah kerusakan program didalamnya dan akhirnya menangis didepan monitor, Aku harus memberikan jari-jariku supaya dapat membantumu dan memperbaiki programnya”
********
“Kau selalu lupa membawa kunci ketika keluar rumah, dan Aku harus memberikan kakiku supaya dapat menendang pintu, Dan membuka pintu untukmu ketika pulang..”
********
“Kamu senang jalan-jalan keluar kota dan sering tersesat ditempat-tempat baru yang kamu kunjungi..Aku harus menunggu dirumah dan membantumu agar dapat memberikan mataku untuk menjelasakan jalan melalui peta”
********
“Kamu selalu kelelahan saat pergi dengan teman baikmu setiap bulan, dan Aku harus memberikan tanganku untuk memijit kakimu yang terkilir.”
********
“Kamu seorang yang senang diam dirumah, dan aku selalu khawatir kamu akan menjadi “aneh” dan aku harus membelikanmu sesuatu yang dapat menghiburmu dirumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami..”
********
“Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu..Aku harus menjaga mataku, agar ketika kita tua nanti, Aku masih dapat menolong memotong kukumu dan mencabuti ubanmu..”
********
“Tangan ini akan memegang tanganmu, membimbingmu menyusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah, menceritakan warna warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.”
********
“Tetapi sayangku…Aku tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, aku tidak sanggup melihat matamu mengalir menangisi kematianku..”
********
“Sayangku..aku tahu diluar sana ada banyak orang yang mampu mencintai lebih dari aku mencintaimu..”
********
“Untuk itu sayangku..jika semua yang telah kuberikan dengan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu..”
********
“Aku tidak dapat menahan dirimu mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakanmu..”
Air mataku jatuh diatas tulisan dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi aku berusaha untuk membaca selanjutnya.
********
“Dan sekarang sayangku..kamu telah selesai membaca jawabanku. Jika kau berpuas hati dengan jawaban ini dan tetap menginginkanku untuk tinggal dirumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, aku sekarang sedang berdiri diluar pintu menunggu jawabanmu..”
********
“Jika kamu tidak puas sayangku…biarkan aku masuk untuk mengambil barang-barangku, dan aku tidak akan menyusahkan hidupmu lagi..”
“Percayalah…kebahagiaanku adalah KAU BAHAGIA”
********
Aku segera berlari membuka pintu dan..melihatnya berdiri didepan pintu dengan wajah sendu sambil tangan memegang susu dan roti kesukaanku…
Ya Allah…
Kini baru aku tahu…
Tidak ada orang lain yang pernah mencintaiku lebih dari dia mencintaiku…
~CahayaHati~
Category Renungan
Friday, 24 September 2010
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Nabi SAW bersabda
Tanda2 kesengsaraan Seseorang :
1. Melupakan Dosa yg telah lalu padahal Allah mencatatnya.
2.Menyebut2 Amal Kebaikan padahal ia tidak tau apakah Allah menerimanya atau menolaknya
3. Melihat Kebawah dalam urusan Agama
4. Melihat ke Atas dalam urusan Dunia
(Allah berfirman ” Aku hendak menolongnya tpi Ia tidak berkeinginan kepadaKU”
1. Melupakan Dosa yg telah lalu padahal Allah mencatatnya.
2.Menyebut2 Amal Kebaikan padahal ia tidak tau apakah Allah menerimanya atau menolaknya
3. Melihat Kebawah dalam urusan Agama
4. Melihat ke Atas dalam urusan Dunia
(Allah berfirman ” Aku hendak menolongnya tpi Ia tidak berkeinginan kepadaKU”
Tanda2 Kebahagiaan Seseorang :
1. Merenungi Dosa yg telah LAlu
2.Melupakan Amal kebaikan yang telah lewat
3. Memandang orang yang lebih baik agamanya
4.Memandang kebawah pd urusan Dunia.
1. Merenungi Dosa yg telah LAlu
2.Melupakan Amal kebaikan yang telah lewat
3. Memandang orang yang lebih baik agamanya
4.Memandang kebawah pd urusan Dunia.
Bukan Main Nabi mengingatkan dlm urusan Dosa,kita diminta merenunginya,bukan melupakannya.
Sedangkan dalam amal kebaikan justru kita diminta mengabaikannya.
jadi jangan merasa aman dan baik2 saja manakala orang mengingatkan kekurangan dan kesalahan kita
Sedangkan dalam amal kebaikan justru kita diminta mengabaikannya.
jadi jangan merasa aman dan baik2 saja manakala orang mengingatkan kekurangan dan kesalahan kita
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Category religion
Saturday, 18 September 2010
Sebuah cerita Penggugah hati, silahkan simak,..
0 comments Posted by cm at Saturday, September 18, 2010

~ Pengusaha Dan Malaikat ~
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke.
Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.
Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!
"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".
Dengan lembut si Malaikat berkata, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu".
Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya.
Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".
Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Allah rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu"
Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Ya Allah, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Ya Allah, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri."
Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".
Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya..
Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !
Dengan setengah bergumam dia bertanya,"Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"
Jawab si Malaikat, " Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".
Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,
Allah melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00".
Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu..? Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. "Benar anakku,
kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu,
walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. "
"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU.
Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. "
Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu.
Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.
Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.
Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.
Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan fisiknya,tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan..
"Ya ALLAH, hamba mencintai-MU dan membutuhkan-MU, hanya PadaMu hamba memohon.. terangilah hati kami agar senantiasa mengingatMu,Amin..."
~by others~
Category Cerita Penuh Hikmah, Renungan
Subscribe to:
Posts (Atom)
